Tanpa lilin

imagealt=”tanpa lilin”/>
Tanpa lilin

Dalam sebuah novel karya Dan Brown yang berjudul Benteng Digital (Digital Fortress) ada sebuah istilah (kode) tanpa lilin. Istilah itu digunakan oleh David Becker kepada Susan Fletcher. Susan Fletcher yang sejatinya seorang ahli pemecah kode pun tak mampu menerjemahkanya. Dan di akhir cerita diceritakan maksud dari tanpa lilin.

Selama zaman Renaisans, para pematung Spanyol yang membuat kesalahan saat memahat marmer mahal biasanya menambal bagian yang sompal dengan cera-“lilin.” Sebuah patung yang tidak bercela dan tidak membutuhkan tambalan disebut sebagai sebuah “patung sin cera”, “patung tanpa lilin.” Frase itu akhirnya berubah arti menjadi jujur atau benar. Kata dalam bahasa Inggris “sincere” (tulus) berasal dari bahasa Spanyol sin cera-“tanpa lilin.”

Ungkapan tanpa lilin sepertinya tak begiti cocok dengan negara kita saat ini. Banyak dari kita yang masih memiliki tambalan begitu banyak. Kejujuran adalah sesuatu yang begitu mahal. Tak mudah mendapatkan orang jujur. Tak heran jika salah seorang petinggi KPK, Bambang Widjoyanto mengatakan “kejujuran adalah mata uang sepanjang zaman”. Kenapa kejujuran begitu sulit diterapkan dinegeri ini??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s