Dimanakah keadilan berada

Seorang nenek renta diancam lima tahun penjara oleh pengadilan.Sebabnya dituduh mencuri tujuh batang kayu.

Seandainya benar nenek-nenek itu mencuri,lima tahun sepertinya sesuatu yang wah.Diatas nilai kemanusiaan.Lima tahun bukan nilai yang sepadan untuk tujuh batang kayu.Selain dinegeri ini hukuman dudunia tak ada yang mengatakan itu adil.

Saya mulai berfikir, seperti apa negeri ini sebenarnya. Setiap orang membutuhkan keadilan. Tapi, keadilan hanya untuk beberapa orang. Mereka yang punya karungan rupiah yang akan mendapatkan keadilan sesuai keinginan mereka. Dan setiap orang yang hanya memiliki recehan rupiah, keadilan tak pernah ada. Seolah-olah hanya seonggok sampah. Pantasnya hanya disingkirkan. Penguasa negeri ini seolah-olah tutup telinga saat mendengar rintihan tangis mereka.

Penjajah tak benar-benar lepas dari negeri ini. Dahulu kala orang-orang dari negeri nan jauh datang untuk merampas kita. Semua orang bersatu. Mengusir mereka. Pergilah mereka. Tak ada perampas lagi. Namun beberapa teman-teman rakus kita mulai bergerak. Sedikit demi sedikit menggantikan penjajahan. Mereka mulai merampas negeri ini. Penjajahan era kedua telah terjadi. Keadilan tak pernah terjadi.

Keadilan untuk mereka mungkin sesuatu yang pahit untuk kita. Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda untuk keadilan. Keadilan yang hanya disesuaikan nafsu keduniaan kita. Satu lagi bukti,hanya Tuhan yang mampu memberi keadilan yang hakiki. Dan saat ini, mungkin inilah keadilan yang paling adil untuk kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s