Saya, Saya, dan Saya

Padepokan Budi Rahardjo

Manusia-manusia Indonesia ini nampaknya makin egois saja. Yang ada dalam pikirannya dia hanya dirinya sendiri. Empati dan berkorban sudah merupakan barang yang langka. Mungkin sebaiknya kata-kata itu dihapuskan saja dari kamus Bahasa Indonesia.

Berikut ini beberapa contohnya:

  • Saya mau masuk surga. Peduli amat dengan orang lain. Kamu mau masuk neraka kek, surga kek. Peduli! Yang penting saya masuk surga. Saya mau menjalankan apa yang diperintah oleh agama saya. Awas kalau menghalangi jalan saya. Bukankah seharusnya dia mengajak orang lain dengan santun?
  • “Memberi” lampu besar (dim). Seolah berkata … “Awaaasss saya mau lewat! Kamu berhenti dulu!”. Dia tidak yakin orang akan memberikan jalan untuknya karena dia pikir semua akan seperti dia, tidak mau mengalah. Jadi lucu (kesel?) aja saya melihatnya karena saya cenderung memberi jalan untuk orang lain.
  • Saya mau puasa … kalian semua yang jualan tutup! Tidak peduli ibu-ibu yang harus berjualan makanan di pinggir jalan untuk menafkahi keluarganya. Mereka…

Lihat pos aslinya 114 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s