Arti kemerdekaan

Sudah beberapa hari yang lalu kita merayakan hari kemerdekaan. Usia negeri kita sudah mencapai 70 tahun. Jika disamakan dengan umur manusia maka tentulah sudah tua. Sudah beranak cucu.

Di usia yang setua ini sudah selayaknya negeri ini menjadi dewasa. Negeri ini menjadi lebih makmur. Para pemimpinya semakin bijaksana. Rakyatnya makmur sejahtera. Saling hidup berdampingan. Damai dan sentosa. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Elit-elit negeri ini semakin angkuh,rakus dan mau menang sendiri. Sedangkan masih banyak rakyat yang kelaparan.

Sebagai sebuah negeri, memang cukup lamban untuk menjadi dewasa. Menurut ukuran negeri ini masihlah kekanak-kanakan. Belum mampu untuk memikirkan hal-hal dimasa depan. Negeri ini belum mampu memikirkan nasib anak cucunya. Lawong nasib kita sekarang saja belum terpikirkan. Kususnya untuk kaum cilik. Orang-orang pedesaan. Atau malah orang kota yang banyak luput dari perhatian.

Tujuan kemerdekaan kita belum tercapai. Saat ini arti kemerdekaan kita barulah euforia saja. Perayaan yang hanya sebentar. Enak hanya sebentar. Selanjutnya hanya kenangan yang mudah terlupa oleh rasa lapar dan haus. Kemerdekaan baru dirasakan sebagian orang yang berkantong tebal. Sedangkan rakyat kecil seperti semboyan pejuang kita “merdeka atau mati”. Karena yang besar merdeka mungkin wong ciliklah yang MATI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s