Korban penipuan online

Di zaman yang serba canggih ini memang banyak sekali peluang-peluang yang menggiurkan. Berbagai kemudahan ditawarkan untuk mencukupi kebutuhan kita. Salah satu contohnya adalah jual beli online. Pembeli tak perlu repot-repot datang ketoko. Cukup dengan layar ponsel pembeli dengan mudah memilih barang yang di inginkanya.

Namun bagaimana jika toko tersebut benar-benar fiktif alias hanya abal-abal? Siap-siap anda kehilangan budget anda. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada diri saya sendiri.

Berawal dari pencarian di forum jual beli kaskus saya pun mendapatkan salah satu penjual smartphone. Setelah saya lihat-lihat banyak testimoni dan komentar yang meyakinkan. Saya pun percaya begitu saja. Dari situ berlanjut ke percakapan blackbery messenger. Percakapan di blackbery messenger pun pelaku sangat meyakinkan. Beberapa kali memasang dp screenshoot percakapan deal dengan pembeli lain. Saya pun melakukan transaksi.

Setelah transaksi baru kejanggalan-kejanggalan muncul. Kejanggalan yang pertama adalah masalah pengiriman barang. Menurut pelaku barang akan akan dikirim melalui cargo. Disini saya merasa bingung. Saya tak familier dengan  layanan ini. Setelah saya cek di internet saya ketemu dengan layanan cargo dakota. Saya sedikit lega.

Percakapan berlanjut pelaku mengatakan bahwa nanti petugas cargo akan menelfon untuk memberikan nomor resi. Setelah saya tunggu beberapa lama. Petugas cargo menelfon dengan nomor telefon seluler. Dia memberi keterangan kalau nomor resi harus dicetak melalui atm. Saya bengong saja sudah merasa tertipu. Saya ikuti saja petunjuknya. Saya pun pergi ke atm.

Di atm pelaku memberi intruksi kepada saya yang intinya hanya pengecekan saldo saya. Untungnya saldo saya minim. Hanya sekitar rp.80.000. Kemudian pelaku mulai berbelit-belit dia mengatakan nomor resi tidak bisa dicetak dengan rekening ini. Diapun meminta menggunakan rekening lain. Setelah merasa benar-benar tertipu sayapun menolak.

Sesampai dirumah saya melakukan berbagai pengecekan dengan searching di google menggunakan nomor ponsel dan pin blackbery messenger. Disitu saya pun menemukan penipuan yang banyak sekali dengan modus yang berbeda-beda. Namun pelaku sepertinya menggunakan pin blackbery messenger dan rekening bank yang sama.

Saya sempat melaporkan ke bank yang digunakan pelaku. Namun prosedurnya yang berbelit-belit dan hanya menghabiskan pulsa, saya pasrah saja. Nah untuk pembaca yang pengen ikutan ngecek bisa melakukan searching di google dengan kata kunci 21FDD757.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s