Kisah Leichester, kisah Petruk dadi ratu

Petruk dadi ratu (petruk menjadi raja). Sebuah lakon wayang kulit yang mengisahkan tentang seorang abdi menjadi raja. Dalam hal ini Petruk sejatinya hanyalah seorang punokawan (abdi). Kisah yang sangat menarik. Seorang yang biasa bahkan yang hanya menjadi pembantu bagi para tuan, menjadi penghibur mampu hadir menjadi seorang pimpinan.

Jika anda pernah menyaksikan pagelaran wayang kulit, maka anda jangan berharap jika Petruk akan menjadi tokoh superhero layaknya Gatotkaca maupun arjuna. Seorang Petruk digambarkan sebagai seorang yang tinggi, hitam dan berhidung panjang. Dialog-dialog Petruk pun hanya sebatas guyonan. Orang lebih menilai si Petruk sebagai seorang penghibur yang senantiasa ditunggu kehadiranya. Namun begitu sejatinya Petruk adalah tokoh yang sakti. Bahkan digambarkan kesaktianya melebihi kesaktian para dewa. Bisa dikatakan Petruk memiliki kekuatan tersembunyi.

Perjalanan Petruk menjadi raja diawali dengan hilangnya jimat Kalimasada milik tuanya. Singkat cerita Petruk berhasil mendapatkanya. Melihat negeri yang tak semestinya lagi Petruk pun menggunakan jimat itu untuk dirinya sendiri. Alhasil dia berhasil menjadi kuat tak terkalahkan. Bahkan oleh penguasa kahyangan sekalipun. Dia pun mulai menyerang berbagai negara untuk menguasainya. Dan akhirnya Petruk berhasil menguasai berbagai negara.

Saat ini lakon tersebut muncul di kancah sepak bola. Nasib Leichester City di musim ini terasa senalar dengan Petruk. Kawula yang menjadi penguasa. Siapa yang membayangkan Leichester akan juara? Saya tak yakin jika pemilik, pendukung, pelatih atau bahkan pemain Leichester City di awal musim membayangkan bagaimana mereka berpesta diakhir musim. Dan saya yakin jika Liga Inggris musim ini bukanlah alur goro-goro yang disajikan dalam cerita wayang kulit. Musim ini bukanlah guyonan,candaan atau main-main belaka.
Jikapun Leichester masuk Liga Champion saja, penampilan mereka sudah dianggap memuaskan. Masalah juara tentu lain lagi. Itu sama halnya dengan mendapat durian runtuh.

Leichester telah mendaptkan jimat kalimosodo. Yang artinya mereka menjadi sakti, dan lawan mereka menjadi lemah. Di musim ini klub-klub yang notabene sering ketiban jimat harus gigit jari. Mereka terlempar, terhempas dan terinjak-injak. Ini menjadi kesempatan emas untuk semacam klub Leichester City.

Keberhasilan Leichester City menjadi berkah lain bagi Ranieri. Pak tua dengan rambut yang sudah memutih ini berhasil menjadi pelatih elit liga inggris. Dengan catatan keberhasilan di usia setua itu. Kali ini Ranieri akan membayar lunas kegagalan di masa mudanya. Dia akan tersenyum lebar. Sangat lebar.

Kisah Leichester bak sebuah gubahan yang menjadi kenyataan. Setiap orang akan menganggap sebuah hayalan,dongeng atau mimpi jika membicarakan potensi juara Leichester City. Namun begitu kini menjadi kenyataan. Jikalau petruk jadi ratu hanyalah gubahan yang menjadi kritik atas pemerintahan begitu pula Leichester City. Status juara yang disandangnya akan menjadi pukulan bagi klub-klub elit. Klub yang jauh dari kata mewah berhasil menguasai liga paling berpengaruh di jagat raya. Dan bukan hanya gubahan, ini sebuah kenyataan. Walau nyatanya sangat sulit untuk dipercaya.

Leichester adalah simbol kekuatan yang tersembunyi. Ditambah anugerah jimat Kalimasada yang mereka dapatkan, maka lengkaplah sudah. Kekuatannya telah membuat segenap klub-klub kuat dan kaya bertekuk lutut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s