Lagu diam

Apa jadinya jika dunia tanpa nyanyian/music?
Sepinya kaya apa ya? Mungkin nama sepi juga tak pantas di pakai lagi. Lebih dari sekadar sepi. Bolehlah memakai kata “super sepi bangets”.  Istilah-istilah lain seperti “sayur tanpa garam” pun takkan berlaku lagi. Istilah yang digunakan harus tanpa toleransi sedikitpun. Istilah yang musti menggambarkan keadaan yang sepi sebenar-benarnya.

lagu diam

Namun begitu, saya akan mempunyai jawaban yang sama “tidak”, jikalau saya sendiri harus berkontribusi untuk bernyanyi. Bukan nggak suka atau benci sama dunia music. Karena memang gak biasa, gak punya modal suara dan keterampilan jrang-jreng saja. Jadinya saya memang kurang pede atau memang gak pede. Padahal diam-diam juga na..na..na… dalam hati. Kalau pas zaman smp dulu, jika ada yang namanya bernyanyi pastilah lagu diam menjadi andalan.

Sekarang, karena memang tak pernah ikut konser antar sesama kawan yang terbiasa nana nini saat kerja, kebiasaan lagu diam saya menjadi topik yang begitu mainstream. “Hidup kok gak bisa nyanyi”. Sedikit mengusik dan mengena. Hasilnya timbul sifat iri,dengki dan benci. Hal inilah saya rasa begitu lucunya. Memang gak bisa dan gak pengen bisa, tapi ada temen yang bisa ya kok…

Alhasil siksaan yang begitu pedih jatuh dengan sendirinya saat ditengah-tengah para vocalis. Disaat mereka bersenang-senang nananini.. ekspresi bengong plus melongo tak mampu saya hindari. Saya anggap saja ini suratan illahi yang takkan mampu saya ubah. Bagi saya keheningan juga indah. Dan lagu diam akan tetap saya lantunkan dengan meme bengong dan melongo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s