Pembuatan Candi Borobudur Salah Tempat

Sebagai seorang putra Borobudur tulen, seharusnya saya lebih menghargai bangunan bersejarah yang amat sangat dibanggakan. Apa lagi kalau bukan candi Borobudur yang dikenal diberbagai ujung dunia. Bangunan yang membuat orang-orang bule melongo bin bengong saat memandangnya. Bangunan yang mungkin membuat anak-anak sd dan smp tertawa girang saat mendapat pengumuman study tour ke Candi Borobudur. Eh ternyata saya disini hanya mampu melihat tapi tak pernah menjamah. Sangat lucu jika seorang yang ber-KTP Borobudur mendaki sampai puncak bisa dihitung dengan jari kelingking. Padahal tinggal tempelin tuh KTP di jidat pamerin ke satpam sampailah ke puncak. Namun apalah daya, hasrat tak pernah ada.

candi borobidur

Bagi saya Candi Borobudur bak seorang artis jelita dari ibukota. Paras cantik body sempurna. Tutur kata begitu menggoda. Setiap laki-laki yang melihatnya tumbuh hasrat ingin bercinta. Namun sayangnya, dia berada dalam layar kaca. Dekat di mata, tinggal jauh disana.

Namu jangan dikira saya tak cinta atau tak menghargai karya nenek moyang kita itu. Masalah cinta jangan ditanya lagi. Saya masih merasa cemburu dan sakit hati ketika ada seorang rekan yang mengatakan,”Saya akan liburan ke Jogja, ke Candi Borobudur”. Ah dalam benak saya selalu mengumpat, “Dia pastilah gaptek, gak pernah ngerti Candi Borobudur dimana. Hapenya pastilah jadul. Nokia lawas. Cuman mampu telfon dan sms. Pastilah gak kenal yang namanya GPS. Nih gue kasi tau alamatnya BOROBUDUR,MAGELANG,JAWA TENGAH,INDONESIA“. Tentulah kata-kata itu cuma dalam benak saya saja. Sebab saya belum berada pada posisi yang pantas untuk mengatakanya.

peta candi borobudur

Pada posisi-posisi otak saya yang lain, Borobudur juga membuat saya malu bukan kepalang. Bukan karena tak pernah mengunjunginya. Tetapi pada kenyataanya kita manusia modern yang katanya penuh dengan peralatan,pemikiran,pendidikan yang baik namun masih kalah sama orang-orang terbelakang yang hidup lebih dari 1300 tahun yang lalu.

Bayangin aja, 1300 tahun yang lalu dimana blom ada yang namanya Auto cad,CNC atau peralatan canggih yang lainya. Bagaimana cara merancang bangunan sebesar itu, bagaimana cara mereka membuatnya? Tentulah mereka itu istimewa. Punya kekuatan yang lebih daripada kita yang sekarang hidup dizaman serba canggih dan modern. Saat ini kelas kita baru mengagumi karya masa lalu. Kita blom pernah atau gak pernah memikirkan kita juga akan membuat sejarah. Kita belum mampu menghipnotis anak cucu kita suatu saat nanti. Mungkin mereka akan mengatakan, “inilah karya mbah saya dengan alat-alat canggih buatan jepang dan amerika”. Ah sangat memalukan. Di zaman yang katanya sudah merdeka tapi….

Ah kenapa orang-orang jadul musti membuat Candi Borobudur. Ah kenapa juga orang-orang yang katanya pinter tak pernah ada yang sekedar menyamai kemegahanya. Membuat karya yang sedikit meredupkan pesona tumpukan batu itu. Sepertinya Borobudur telah salah berdiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s