Kumbang dan Mawar

Pada suatu masa tumbuhkan setangkai mawar. Indah lagi terhormad wujudnya. Masa pun silih berganti, hingga jadilah mawar menjadi pujaan setiap makhluk. Sebutlah kumbang, ia datang dan ia memujanya.

Ia begitu memuja hingga ribuan pujangga menyebutnya cinta. Dan mawar mendengarnya. Mawar sadar, kumbang bukan bangsanya. Cinta tak mungkin terjadi. Ia menolak, memberontak dan melawan. Tibalah suatu saat, dimana mawar memberontak. Ia tunjukan kebolehan senjatanya. Ia hakimi kumbang itu. Kumbang pun lari. Ia juga marah,benci dan benci.

Mawar tak pernah tau maksud kebaikan kumbang. Dan kumbang merasa menyesal memuja mawar. Maksud baiknya tak dianggap mawar. Ia memuja mawar hanya menjalani peran takdirnya. Dan ia pun sadar jika mawar tak sebangsa. Dan ia tak mengharapkan apapun, kecuali takdir berjalan dengan semestinya. Dan kini ia tak peduli. Takdir itu telah hancur dibawah penghakiman mawar.

Masa kian berganti. Dan kebenaran selalu tampil dengan malu dan malasnya. Sedikit nampak dan sedikit tenggelam. Dan pada akhirnya kebenaran itu muncul. Dan kebenaran muncul pula dihati mawar. Dan begitu pula kesadaran. Kian hari kumbang menyadari kesakitanya. Ia pun merasa menhakimi mawar. Tak pernah ia memasang penjelasan. Kemalasan dan kemaluanya menjeratnya dalam kesepian. Dan alangkah indahnya ketika pada suatu masa kumbang mendatangi mawar. Langkah beratnya mengantarkan kembali takdirnya. Mengantarkan apa yang semestinya terjadi. Dan pertemuan itu alangkah indahnya. Dalam suatu ruang yang bisa disebut surga. Kunjungan yang penuh derai air mata. Nyanyian isak tangis yang tak pernah tersampaikan. Dan kesombongan yang belum mereka taklukan, menjadi tirai penghalang luapan-luapan air mata. Dan hanya mata mereka yang tau. Dalam tatapan-tatapan yang begitu dalam. Dalam jarak-jarak yang tak terukur. Dan hanya mereka yang tau. Perdamaian dalam sanubari. Isak tangis penyesalan itu hanya dalam jiwa mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s