Vaksin palsu

Gambar oleh herbalam.com

Vaksin palsu menjadi kasus yang begitu banyak diperbincangkan. Begitu banyak Rumah sakit yang dituduh menggunakan vaksin palsu. Dan kebanyakan didaerah sekitar ibukota. Serta beberapa bidan dikaitkan dengan kasus itu.  

Dengan adanya kasus itu, tentu sangat menakutkan bagi orang-orang tua. Terlebih lagi yang sedang memiliki anak yang masih kecil. Masih memerlukan vaksin untuk kekebalan tubuhnya. Sebab bagi orang awam seperti saya, tak akan mungkin membedakan vaksin palsu dan asli. Bagi orang seperti saya adanya cuman percaya. Tidaklah mungkin kandungan vaksin itu. Dan mungkin masih banyak orang yang lebih tak tahu tentang vaksin itu. Mungkin untuk fungsinya juga.

Pengalaman vaksinasi telah saya kenal sejak memiliki anak. Kini anak saya telah berumur dua setengah tahun. Dan telah beberapa kali mengikuti vaksinasi. Beberapa diantaranya disediakan oleh pemerintah. Saya tak tahu sudah berapa kali. Yang jelas,sama seperti anak-anak lain. Vaksinasi dilakukan saat mengikuti Posyandu secara berkala. Dan karena vaksinasi tersebut menjadi progam pemerintah, biayanya pun ditanggung pemerintah.

Namun ada beberapa vaksinasi juga yang saya lakukan tidak melalui jalur posyandu itu. Saya melakukan vaksinasi itu atas saran dokter anak yang saya kunjungi. Menurut dokter itu tidak masuk dalam program pemerintah. Jadi biayanya harus ditanggung sendiri. Cukup mahal memang untuk saya. Sehingga saya hanya mampu melakukan tiga kali vaksinasi saja. Waktu itu untuk sekali vaksinasi sekitar lima ratus ribu. Bahkan ada yang sampai satu juta. Saya tak hafal nama latinya. Seingat saya vaksinasi tersebut untuk flu,typus dan bronkitis kalau tak salah.

Sebenarnya saya sudah percaya sama dokter itu. Namun dengan maraknya berita itu jadi was-was juga. Takutnya jika mendapatkan vaksin palsu akan memiliki pengaruh yang merugikan. Karena didaerah saya memang belum banyak yang melakukan vaksinasi macam itu. Dan telah menjadi pertanyaan yang terngiang-ngiang dalam beberapa hari ini. Dan harapan saya cuma satu, jika vaksin itu palsu tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan si anak. Namun harapan saya vaksin itu tetaplah asli. Sehingga selain anak sehat, juga tak sia-sialah uang yang saya keluarkan.

Ada yang memiliki pengalaman sama? Melakukan vaksinasi seperti yang saya lakukan? Share disini ya!

Iklan

4 thoughts on “Vaksin palsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s