Tentang Rokok Mahal

​Rokok itu memang tidak sehat. Hal itu sangat jelas dan tak bisa dibantah. Rokok juga menjadi pemborosan. Pemerintah, ahli kesehatan sangat tidak menganjurkan. Bahkan MUI juga mengeluarkan fatwa haram. Namun begitu, rokok juga menjadi penghidupan sebagian masyarakat indonesia. Mereka-mereka itu para petani tembakau, petani cengkih, pengusaha rokok dan karyawanya. Dari rokok yang tidak menyehatkan itu mereka hidup, mencari nafkah, dan menghidupi keluarga.

Baru-baru ini ada sebuah wacana tentang harga rokok. Harga rokok akan berkali-kali lipat dari harga yang sekarang. Bagi perokok tentu begitu berat untuk menyulut sebatang rokok. Harga sebungkus rokok bisa saja gaji sehari dalam bekerja. Bagi pemerintah mungkin menjadi cara yang ampuh untuk mengatasi para perokok. Namun bagaimana dengan petani, pedagang, pengusaha dan karyawanya? Sepertinya mereka akan merasakan hidup yang bertambah berat.

Jika harga rokok naik maka bisa dipastikan permintaan rokok akan turun. Selanjutnya perusahaan rokok akan mengurangi produksinya. Mungkin juga akan mengurangi karyawanya. Selanjutnya permintaan tembakau dan cengkeh akan menurun. Juga harga dua komoditas itu. Dan kemungkinan besar dua komoditas itu akan mati. Juga petaninya. 

Saya bukanya tak setuju larangan merokok itu dilaksanakan. Tetapi pemerintah seharusnya juga memikirkan nasib para petani dan karyawan pabrik rokok. Walaupun mereka berbisnis dalam bidang rokok, tetapi mereka juga warga negara Indonesia. Mereka juga punya hak untuk mendapat penghidupan yang layak. Para petani itu seharusnya terlebih dahulu diberi solisi tanaman yang lain. Jikalau tidak, ekonomi pastilah goncang. Petani cengkih mungkin lebih beruntung. Komoditas ini tak hanya bahan baku rokok semata. Namun bagaimana dengan petani tembakau? 

Didaerah saya kedua komoditas itu menjadi salah satu andalan. Dipegunungan cengkih ditanam oleh sebagian warga masyarakat. Sedangkan didataran petani tembakau begitu banyak dimana-mana. Sayangnya kebanyakan mereka masih bodoh. Mereka menganggap jikalai harga rokok naik, harga cengkih pun naik. Ini sebuah bencana besar. Para petani itu akan semakin semangat merawat cengkih. Sedangkan dimasa depan, harga cengkih bisa saja turun drastis. Hal ini seharusnya juga menjadi bahan pembahasan oleh pemerintah. Melarang merokok boleh saja, namun membunuh sebagian rakyat bisalah dibenarkan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s