Mudik

Saya jelas tidak mempunya cerita mudik ini. Apalagi bercerita tentang suasana mudik yang sepertinya begitu menarik untuk diceritakan. Ada susah, senang dan perasaan-perasaan lain yang tak dapat kuceritakan. Saya hanya sering membayangkan…bagaimana rasanya ketika bertemu keluarga setelah sekian lama tidak berjumpa. Sungguh aduhai….mengharukan.

Betapapun saya penasaran dengan mudik, saya sendiri tidak terlalu kepincut untuk merasakanya. Saya punya misi dan misi tersendiri. Saya tidak akan mudik karena akan bersetia dengan kampung saya. Setiap hati mudik….

Memang tidak ada salah ketika kita harus berjuang di tanah orang untuk mencukupi kebutuhan keluarga kita. Namun entah…kini saya lebih suka berdiam diri dikampung. Bercengkerama dengan penghuni kampung, yang toh tidak gampang untuk diajak kompromi. Namun semakin susah di kampung ini saya semakin merasakan suasana yang begitu romantis. Dikampung kecil ini saya mampu melihat suasana negeri ini secara luas. Sebuah gambaran yang pas untuk kondisi negeri ini. 

Apapun itu…yang mau mudik abaikan kata-kata saya xixixix….Selamat bermudik ria yang akan pulang kekampung halaman. Semoga selamat sampai tujuan. Yang sabar kalau suasana macet. Keamanan lebih utama dari pada kecepatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s