Mencerdaskan atau memburuhkan?

Persoalan pendidikan di Indonesia memang tak akan habis untuk dibahas. Walaupun saat ini saya tidak lagi memiliki hubungan langsung dengan institusi pendidikan, namun kedepan saya pasti memiliki hubungan itu. Anak saya jelas akan memasuki dunia pendidikan itu. Dan bagaimana pula jika kondisinya masih seperti sekarang?

Seyogyanya salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa. Lantas apa itu cerdas? Banyak tentunya pendapat dari para ahli mengenai definisi cerdas tersebut. Menurut saya sendiri cerdas berarti : mampu menyelesaikan masalah dengan tepat dan cepat serta mampu berfikir kreatif dan produktif. Mungkin definisi dari saya sendiri tidak terlalu tepat. Akan tetapi sepertinya itulah yang saat ini dibutuhkan negeri ini agar benar-benar mampu untuk hidup mandiri.

Cobalah anda bertanya kepada anak-anak yang saat ini sedang bersekolah, apa tujuannya sekolah? Walaupun saya sendiri belum pernah melakukan survei, akan tetapi saya meyakini jika sebagian besar jawaban anak-anak itu adalah ingin kerja di tempat anu… Anak-anak sekolahan saat ini lebih tertarik untuk menjadi buruh di perusahaan-perusahaan besar maupun menjadi pegawai negeri. Cita-cita semacam itu memang tidak salah, akan tetapi benarkah akan mampu mengangkat nasib bangsa ini jika anak-anak mudanya hanya bercita-cita menjadi buruh bagi perusahaan raksasa miliki bangsa lain?
Kondisi semacam itu saat ini juga menjangkiti anak-anak desa. Anak-anak desa yang mampu sekolah, kebanyakan bercita-cita selepas lulus nanti agar bisa bekerja di kota. Sangat jarang sekali yang berfikir sekolah untuk membangun desanya. Apa lagi bercita-cita untuk mengembangkan dunia pertanian di desanya. Kenapa saya bisa mengatakan semacam itu, karena dahulu saya pun begitu. 😁✌️

Saat ini perusahaan-perusahaan besar dan tenar di Indonesia merupakan perusahaan yang dimiliki oleh bangsa asing. Tujuan mereka juga hanya satu. Keuntungan semata. Memang dengan adanya perusahaan-perusahaan tersebut angka pengangguran di negeri ini juga akan berkurang. Namun yang perlu kita pikirkan adalah berkurangnya pengangguran tersebut juga akan mengurangi calon-calon pengusaha yang seharusnya menguasai negeri ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s