“Kiamat sudah dekat” #kerusakanLingkunganHidup

Atas dasar alasan ekonomi, kerusakan lingkungan hidup menjadi masalah nomor sekian.

Saya tak perlu jauh-jauh mencari gambaran, bagaimana lingkungan hidup diberlakukan tidak semestinya oleh umat manusia. Dulu, pertambangan menjadi musuh utama. Sekarang, setiap perilaku manusia berpotensi merusak lingkungan. Semuanya menggunakan dalil yang sama, ekonomi. Urusan perut dan mulut ini rupanya menjadi bencana besar untuk lingkungan hidup. Dan rasanya memang cukup adil, jika akhir-akhir ini umat manusia panen bencana.

Aktor perusakan ini pun begitu beragam saat ini. Hampir semua pihak memiliki andil yang cukup besar untuk merusak lingkungan hidup. Dari perseorangan hingga korporasi dan bahkan negara mengambil peran-peran perusakan itu. Dan tentunya peran terbesar untuk kerusakan lingkungan ini dengan sedih harus disematkan kepada Negara melalui berbagai kebijakanya. Bagaimana tidak begitu? Negara semestinya mampu mengontrol perilaku aktor-aktor lain. Dan apa yang terjadi saat ini sangat bertolak belakang.

Saat ini di sekitar lingkungan saya, perbukitan menoreh, terdapat satu pertambangan. Tambang marmer tepatnya. Dan andai saja tambang itu berlangsung semakin lama, ratusan rumah yang berada disekitarnya akan terancam longsor. Dan tidak menutup kemungkinan desa akan lenyap, begitu pula dengan penghuninya. Silahkan anda menebak, siapa yang semestinya paling disalahkan? Korporasi sebesar apapun tak akan berjalan andai tak punya izin. Dan siapa yang memberi izin? Tebaklah sendiri.

Kedepan tak hanya pertambangan saja yang akan merusak lingkungan hidup saya ini. Pariwisata menjadi alat selanjutnya. Dunia yang semestinya menjadi alat untuk menikmati keindahan semesta ini rupanya merusak lingkungan secara halus. Tak hanya alam (bumi, air dan udara) tapi juga lingkungan manusia dan budayanya.

“Sopo nandur bakal ngunduh”, sebuah pepatah jawa yang mesti kita ingat. Siapa yang menanam akan memanen, begitulah kurang lebih artinya. Saya sedikit bingung, apa yang menjadi awal mata rantai kerusakan ini. Kalaupun negara, toh kita juga yang memilih tokoh-tokohnya. Ah…dan pada akhirnya hanya mampu berucap, “kiamat sudah dekat”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s