Togok dan batu ajaib

Walau hanya tertinggal sedikit dalam ingatanku, kejadian itu belum benar-benar terhapus dari memori kepalaku. Hari itu tak lebih dari jam delapan, walau nama harinya tak dapat kuingat lagi. Langit cerah dan matahari membakar. Dan sesuai dengan janji yang telah dibuat, aku bertemu denganya. Lelaki yang beberapa tahun lebih tua dariku. Orang-orang memanggilnya Togok. Bukan nama … Lanjutkan membaca Togok dan batu ajaib

Iklan

Setelah tanpa panen tahun lalu, tahun ini panen cengkih masih janggal

Berbeda dengan tahun lalu yang sama sekali tak ada panen cengkih. Tahun ini petani cengkih di kawasan lereng menoreh sedikit banyak mendapatkan berkah dari pohon-pohon cengkihnya. Semenjak sebulan lalu beberapa petani sudah mulai memetik cengkihnya. Dan di bulan Ramadhan ini pula banyak yang disibukan dengan pemanenan cengkih. Tentunya membahagiakan petani, alamat lebaran nanti bisa membeli … Lanjutkan membaca Setelah tanpa panen tahun lalu, tahun ini panen cengkih masih janggal

Kisah menjelang ramadhan

Sebuah bongkot batang kelapa dilubangi ditengahnya dengan ditatah. Tak begitu rapi, namun telah mencukupi syarat untuk disebut lingkaran. Panjangnya tak lebih dari delapan puluh centi meter dan salah satu ujungnya ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan. Lalu resmilah disebut beduk oleh orang sekampung. Beduk diletakkan di serambi langgar yang aciannya telah retak disana-sini. Sebuah … Lanjutkan membaca Kisah menjelang ramadhan

Dari Gattuso hingga PlayStation

Soal kelihaian saya menggocek bola tak usah ditanyakan lagi. Untuk sekadar masuk tim kelas saja saya tak masuk, apalagi tim sekolah waktu itu. Nama saya sama sekali tak pernah disebut, apalagi dimasukan dalam line up. Saya hanya beruntung ketika kelas tiga smp. Waktu itu saya selalu bermain dalam kejuaraan antar kelas. Keberuntungan itu disebabkan hanya … Lanjutkan membaca Dari Gattuso hingga PlayStation

Terpinggirkan di desa pinggiran

Hari sudah siang dan sinar mentari telah membakar permukaan bumi. Merapi yang baru saja terbatuk beberapa jam sebelumnya telah terlihat normal. Tak ada lagi suara gemuruh dan asab yang membumbung tinggi. Dan karena Merapi itu pula, saya mesti menunda untuk pergi kepasar Borobudur untuk mengantarkan anak saya ke tukang cukur. Setelah abu tak mengarah ketempat … Lanjutkan membaca Terpinggirkan di desa pinggiran

Pagi ini

Sedang ada beberapa tamu pagi ini. Mereka tetangga yang kebetulan mampir ketika melihat bapak dirumah. Beberapa gelas kopi hitam masih mengepul diatas meja. Kopi saya lebih spesial, saya buat sendiri dengan cangkir pemberian pak tuo (kakek). Lalu, suara itu datang. Persis seperti delapan tahun lalu. Gemuruh mengerikan. Awalnya kami tak sadar apakah gerangan itu. Lama-kelamaan … Lanjutkan membaca Pagi ini

Telor

Mengenai telor dadar yang tak dibumbui garam dengan semestinya ini, membuatku teringat suatu kisah mengenai telor ayam itu juga. Kisah itu membuatku selayaknya orang kurang waras yang tersenyum tanpa ada kawan. Kisah itu juga membuatku prihatin dan memaksaku untuk berfikir : Benarkah kita telah merdeka? Jadi, beginilah kisahnya : Namanya S, dusun dan RT sama … Lanjutkan membaca Telor