Aku

Aku. Seorang anak desa yang hidup dilereng pegunungan menoreh. Dilahirkan dua puluh tujuh tahun yang lalu, yang konon juga bulan Ramadhan. Kini aku telah beristri dan beranak satu. Masalah pendidikan, jangan tanyakan itu! Aku tak terlalu terdidik. Hanya sampai stm. Dan kini melanjutkan di universitas tanpa ijazah.
image
Keseharian mengais rezeki didesa tetangga, sleman. Cukup jauh disebut tetangga. Empat puluh kilometer jauhnya. Satu jam perjalanan menggunakan motor butut saya. Namun begitu, tempat ini begitu berarti. Jauh dimata dekat dihati. Tempat pertama mengadu kehidupan. Tempat dimana aku mulai tahu sekejam apa kehidupan.

Waktu kecil aku sakit-sakitan. Sakit ini sakit itu. Begitu banyak penyakit yang mendatangiku. Dari radang paru-paru hingga amandel dan sebaginya. Semua pernah bersarang di tubuh kecil ini. Tak lebih dari seratus enam puluh senti. Dan tak perlu tenaga yang besar untuk sekedar menggendongku jika berminat. Berkisar lima puluh kilo. Cukup miris untuk seorang laki-laki. Walau begitu kini aku masih hidup. Hidup ala kadarnya.

Aku tak pandai bicara. Dikenal lebih pendiam. Dulu, banyak yang protes ketika aku bicara. Kini, aku mencoba menulis. Hanya istri sedikit protes keta terlalu lama memegang gadget.

Aku mempunyai beberapa akun jejaring sosial. Diantaranya facebook dan twitter . Monggo yang mau mrotes tulisanku dipersilahkan.

Iklan