Pak Lik

Aku mesti menolak memanggilnya simbah. Badannya terlihat masih kekar dan berotot. Wajahnya juga terlihat masih muda, walau umur telah berkepala empat. Walau secara garis keturunan kata "simbah" mesti kulontarkan padanya, namun kata itu tak pernah kusebut untuknya. Belum pantas, begitulah pikirku. Ia pun tak pernah menolak jika kupanggil dengan sebutan lain. "Pak Lik" menjadi sebutan … Lanjutkan membaca Pak Lik

Iklan